Senin, 01 Februari 2010

Babad Kebumen

Kebumen merupakan salah satu kabupaten di propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Terletak di pesisir selatan pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Purworejo dan kabupaten Wonosobo, kabupaten Banjarnegara di sebelah utara, serta kabupaten Banyumas dan kabupaten Cilacap di sebelah barat. Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan dengan luas wilayah sebesar 128.111,50 Ha atau 1.281,115 Km2, dengan kondisi wilayah merupakan daerah pantai dan pegunungan, namun sebagian besar wilayah kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah.

Asal mula nama Kebumen adalah adanya tokoh KYAI PANGERAN BUMIDIRJA atau sering disebut Pangeran Mangkubumi. Beliau adalah bangsawan ulama dari Mataram, adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasihat raja, yang berani menyampaikan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Kyai P. Bumidirja sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip: raja harus bersikap adil dan bijaksana. Disamping itu, juga ia sangat kasih dan sayang kepada rakyat kecil. Kyai P. Bumidirja memberanikan diri memperingatkan keponakannya, yaitu Sunan Amangkurat I karena sunan ini sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam, bahkan berkompromi dengan VOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan, ulama dan rakyatnya. Hal tersebut membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan mengakibatkan perencanaan pembunuhan kepada Kyai P. Bumidirja.

Untuk menghadapi hal itu, Kyai P. Bumidirja memutuskan meloloskan diri dari kungkungan sunan Amangkurat I. Dalam perjalanan ia tidak memakai nama bangsawan, namun memakai nama Kyai Bumi saja. Pada akhirnya, Kyai P. Bumidirja sampai ke daerah Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara kelok sungai Lukulo , pada pada 26 Juni 1677. Pada saat itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki bumi atau Ki-Bumi-An, menjadi KEBUMEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar