Halaman

Tampilkan postingan dengan label Donor Darah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donor Darah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2010

Ayo Donor Darah!

Mulai sekarang, saya mengajak teman-teman yang belum pernah untuk mulai mendonorkan darahnya. Bagi yang sudah pernah, mari jadikan donor darah sebagai agenda rutin 3 bulan sekali. Tidak perlu takut, tidak perlu ragu. Di luar sana banyak orang yang membutuhkan pertolongan kita.

Berikut merupakan berbagai macam kondisi dan penyakit, sehingga seseorang membutuhkan transfusi darah, yaitu:
  1. Orang yang terkena luka yang menimbulkan perdarahan hebat, misalnya kecelakaan mobil, luka sayat, luka tusuk, luka tembak, dll.
  2. Pembedahan yang menyebabkan keluarnya darah dalam jumlah besar, misalnya pembedahan jantung, pembedahan perut, dll.
  3. Penyakit tertentu seperti penyakit hati (liver), penyakit ginjal, kanker, anemia defisiensi besi, anemia sel sabit, anemia fanconi, anemia hemolitik, anemia aplastik, talasemia, hemofilia, trombositopenia, demam berdarah dengue (DBD), dll.
Bagaimana caranya?

Mudah saja. Kita tinggal datang ke PMI kota/kabupaten masing-masing. Di sana kita mengisi formulir donor darah, lalu disuruh masuk ke ruangan donor darah, cek kesehatan, kalau lolos terus diambil darahnya, beres. Begitu saja. Selain itu, kita juga bisa mendatangi acara donor darah massal yang biasanya terdapat di sekitar kita. Setelah diambil darahnya, kita dipersilakan istirahat dan menikmati snack yang telah disediakan.

Persyaratan untuk donor darah.

Tidak setiap orang dapat mendonorkan darahnya. Ada persyaratan-persyaratan tertentu. Setelah memenuhi syarat-syarat tersebut, darah kita juga masih dicek kelayakannya untuk didonorkan. Sebenarnya inilah salah satu alasan yang membuat saya tertarik untuk terus mendonorkan darah. Waktu kali pertama diajak donor darah, ada beberapa teman yang sangat menginginkan untuk donor darah, namun tidak diperbolehkan karena beberapa alasan kesehatan. Teman saya ngotot untuk diperbolehkan, namun tetap saja petugas tidak membolehkannya. Teman saya akhirnya mengalah, namun terlihat sangat menyesal. Sedangkan saya memenuhi persyaratan dan diperbolehkan untuk donor darah, dan sejak saat itu saya bertekad untuk donor darah secara rutin. Jadi, marilah kawan, kita donor darah selagi kita masih sehat!!

Inilah persyaratan untuk donor darah:
  1. Pendonor berusia antara 17 - 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orangtua.
  2. Cukup istirahat.
  3. Cukup makan.
  4. Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah : Tekanan darah sistol = 110 - 160 mm Hg dan diastol = 70 - 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 - 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 - 37,5 derajat Celcius (oral).
  5. Jika pernah mendonorkan darah, maka pendonoran yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu.
Dan inilah penyebab seseorang tidak boleh mendonorkan darahnya jika :
  1. Pernah menderita hepatitis B.
  2. Menderita tuberkulosis, sifilis, epilepsi dan sering kejang.
  3. Ketergantungan obat, alkoholisme akut dan kronik.
  4. Dalam jangka waktu 1 tahun: sesudah operasi besar, sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik, atau sesudah transplantasi kulit.
  5. Dalam jangka waktu 6 bulan: sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah tattoo/tindik telinga, sesudah persalinan, atau sesudah operasi kecil.
  6. Dalam jangka waktu 2 minggu: sesudah vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid.
  7. Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang.
  8. Sedang hamil atau menyusui.
  9. Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi.
  10. Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, tetanus difteri.
  11. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan ditusuk.
  12. Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya, defisiensi G6PD, thalasemia, polisitemiavera.
  13. Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang mempunyai risiko tinggi untuk mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks, pemakai jarum suntik tidak steril)
  14. Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan pada saat donor darah.
(referensi: berbagai sumber dan http://www.wartamedika.com/2008/01/donor-darah.html)

Manfaat Donor Darah

Sebelum mengetahui manfaat donor darah, kita perlu mengetahui seluk-beluk tentang darah. Darah adalah komponen tubuh yang berperan membawa nutrisi dan oksigen ke semua organ tubuh, termasuk organ-organ vital seperti otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati. Apabila darah yang beredar di dalam tubuh sangat sedikit oleh karena berbagai hal, maka organ-organ tersebut akan kekurangan nutrisi dan oksigen. Akibatnya, dalam waktu singkat terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan fungsi organ, yang berujung pada kematian. Untuk mencegah hal itu, dibutuhkan pasokan darah dari luar tubuh. Jika darah dalam tubuh jumlahnya sudah memadai, maka kematian dapat dihindari.

Di atas telah dijelaskan fungsi pokok darah dan manfaat darah bagi penerima darah. Selain bermanfaat bagi penerima darah, donor darah juga bermanfaat bagi pendonor. Beberapa diantaranya adalah :

  1. Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.
  2. Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang kita diderita (cek kesehatan gratis). Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb.
  3. Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan.
  4. Mencegah timbulnya penyakit jantung.
  5. Memperoleh pahala. :-)
  6. dll. :-)

Donor Darah

Donor darah ialah proses seseorang menyumbangkan darahnya kepada orang lain. Darah yang telah diambil dicek kesehatannya terlebih dahulu kemudian disimpan di bank darah (PMI), untuk kemudian diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Untuk kasus yang bersifat darurat, bisa saja darah diberikan langsung kepada orang yang membutuhkan (tentu saja dengan dicek kesehatannya sebelum diberikan).
Prosesnya cepat, hanya sekitar 10 menit untuk pengambilan darah, tergantung kondisi pendonor. Biasanya, jika pendonor jarang berolahraga prosesnya berlangsung sedikit lebih lama. Akan tetapi, proses yang relatif cepat tersebut dapat memberikan kesempatan kepada orang lain untuk hidup lebih lama. Memang hidup-mati seseorang ada di tangan kuasaNya, namun paling tidak kita telah membantu seseorang berjuang mempertahankan hidupnya.