Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kebumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebumen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

Terkenang Mendoan

Entah mengapa di saat puasa seperti ini tiba-tiba teringat akan mendoan. Mendoan yang merupakan makanan khas dari Jawa Tengah bagian barat, seperti Banyumas, Cilacap, Tegal dan sekitarnya termasuk Kebumen, daerah asal saya, rasanya amat gurih dan nikmat. Apalagi jika disajikan hangat bersama cabai rawit hijau maupun sambal kecap. Hmm... Laparrr... #ups.

Tempe mendoan nama lengkapnya, tapi sering disebut mendoan. Merupakan tempe tipis yang digoreng setengah matang menggunakan tepung berbumbu, tepung yang menyelimuti tempe tersebut juga lebih tebal dari pada tempe bertepung lainnya. Itulah definisi dari tempe mendoan di tempat saya. Di daerah Wonosobo, tempe tersebut lebih dikenal dengan tempe kemul. Kemul dalam bahasa Indonesia berarti selimut. Dinamai tempe kemul mungkin karena bentuknya seperti selimut. Nah, di Purwokerto sendiri mendoan lebih luas lagi artinya. Dulu sewaktu main ke sana, menyebut tempe goreng, apapun jenisnya, menggunakan kata mendoan. Dengan kata lain, tempe digoreng sama dengan mendoan. Berbeda kan, dengan di tempat saya?


Kamis, 17 Juni 2010

Soto Petanahan Pak Kored

Sebelum membuat artikel ini, saya menyempatkan diri untuk browsing mengenai Soto Petanahan. Ternyata, memang sudah banyak yang membuat artikel tentangnya. Sebagai warga Petanahan sekaligus tetangga dekat Pak Sutarman, atau sering kami panggil Pak Kored, saya merasa bangga karena soto ini telah merambah dunia maya...(lebay) haha....


Sebagai kuliner khas Indonesia, soto memang banyak sekali macamnya. Semua soto tersebut pun mempunyai khas tersendiri. Begitu juga dengan soto Petanahan. Soto yang biasanya disajikan bersama nasi, di Petanahan disajikan bersama ketupat. Tidak dipisahkan melainkan dicampur bersama-sama tauge dan daging ayam kampung yang sangat gurih. Namun, apabila Anda tidak suka tauge, Anda bisa memesan tanpa tauge. Begitu juga kalau Anda masih merasa dagingnya kurang, Anda bisa memesan lebih. Bagi yang suka jeroan, Anda juga dipersilakan menambahkan ati-ampela maupun usus. Tergantung selera Anda.Selain itu, kuahnya juga sangat berbeda dengan kebanyakan soto yang lain. Kuahnya sangat kental, penuh dengan rempah-rempah dan rasanya sangat gurih dengan sedikit manis.


Kalau Anda sedang berlibur ke Kebumen, jangan sampai lupa membeli soto Petanahan ini. Jangan sampai salah pula untuk membeli soto Petanahan ini karena ada beberapa penjual soto di desa Petanahan. Namun, antara penjual soto yang satu dengan yang lain, berbeda macam sotonya. Yang paling kesohor karena rasanya yang begitu maknyus, tentu saja soto Pak Kored ini.

Soto Pak Kored ini biasa berjualan dua kali dalam sehari. Pagi pukul 09.00 sampai pukul 14.00 berjualan di rumah. Sedangkan pukul 14.00 hingga pukul 21.00 (atau sampai habis), berjualan di dalam pasar Petanahan. Saran saya apabila Anda ingin menikmati soto Petanahan ini, lebih baik beli pada saat berjualan di rumah. Menurut saya dan keluarga saya sih, rasa rempah-rempahnya lebih terasa. Selain itu, tempatnya juga lebih nyaman. Tidak seperti di pasar yang ramai, suasana di rumah Pak Kored lebih tenang dengan suasana pedesaan yang masih terasa kental. Apalagi kalau makan di teras rumahnya (sekaligus jadi warung) dengan menikmati semilir angin, inginnya jadi nambah terus.. hehe...

Oh ya, tidak susah kok mencari soto Petanahan Pak Kored ini. Bila Anda berada di manapun di daerah Kebumen, tinggal tanya saja di mana pasar kecamatan Petanahan. Hampir semua orang Kebumen tahu kok. Lalu, jika sudah berada di pasar kecamatan Petanahan, berjalanlah ke arah selatan (arah pantai Petanahan) sekitar 300 meter. Di sana, Anda bertanya lagi. Pasti semua orang tahu tempatnya.

Ah, jadi lapar...

Senin, 01 Februari 2010

Babad Kebumen

Kebumen merupakan salah satu kabupaten di propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Terletak di pesisir selatan pulau Jawa yang berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Di sebelah timur berbatasan dengan kabupaten Purworejo dan kabupaten Wonosobo, kabupaten Banjarnegara di sebelah utara, serta kabupaten Banyumas dan kabupaten Cilacap di sebelah barat. Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan dengan luas wilayah sebesar 128.111,50 Ha atau 1.281,115 Km2, dengan kondisi wilayah merupakan daerah pantai dan pegunungan, namun sebagian besar wilayah kabupaten Kebumen merupakan dataran rendah.

Asal mula nama Kebumen adalah adanya tokoh KYAI PANGERAN BUMIDIRJA atau sering disebut Pangeran Mangkubumi. Beliau adalah bangsawan ulama dari Mataram, adik Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Ia dikenal sebagai penasihat raja, yang berani menyampaikan apa yang benar itu benar dan apa yang salah itu salah. Kyai P. Bumidirja sering memperingatkan raja bila sudah melanggar batas-batas keadilan dan kebenaran. Ia berpegang pada prinsip: raja harus bersikap adil dan bijaksana. Disamping itu, juga ia sangat kasih dan sayang kepada rakyat kecil. Kyai P. Bumidirja memberanikan diri memperingatkan keponakannya, yaitu Sunan Amangkurat I karena sunan ini sudah melanggar paugeran keadilan dan bertindak keras dan kejam, bahkan berkompromi dengan VOC (Belanda) dan memusuhi bangsawan, ulama dan rakyatnya. Hal tersebut membuat kemarahan Sunan Amangkurat I dan mengakibatkan perencanaan pembunuhan kepada Kyai P. Bumidirja.

Untuk menghadapi hal itu, Kyai P. Bumidirja memutuskan meloloskan diri dari kungkungan sunan Amangkurat I. Dalam perjalanan ia tidak memakai nama bangsawan, namun memakai nama Kyai Bumi saja. Pada akhirnya, Kyai P. Bumidirja sampai ke daerah Panjer dan mendapat hadiah tanah di sebelah utara kelok sungai Lukulo , pada pada 26 Juni 1677. Pada saat itu juga dibangun padepokan/pondok yang kemudian dikenal dengan nama daerah Ki bumi atau Ki-Bumi-An, menjadi KEBUMEN.