Halaman

Tampilkan postingan dengan label Persis Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persis Solo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

Persis Solo dan Solo FC Resmi Merger

Membaca berita di surat kabar Suara Merdeka hari ini, saya sangat tertarik oleh adanya kabar bahwa Persis Solo dan Solo FC akhirnya merger. Seperti sudah diketahui sebelumnya, tim-tim sepak bola yang mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia diwajibkan melebur dengan klub sepak bola yang telah diakui oleh PSSI supaya dapat mengikuti kompetisi sepak bola di Indonesia di musim yang akan datang. Hal ini juga dilakukan oleh Solo FC yang akhirnya merger dengan 'saudara tua'nya, Persis Solo.

Setelah menjalani serangkaian perundingan, akhirnya telah disepakati bahwa Solo FC dan Persis Solo melebur menjadi satu pada Minggu (21 Agustus 2011) malam. Dengan mergernya kedua klub tersbut, diharapkan masyarakat kota Surakarta (Solo) dan sekitarnya terutama Pasoepati, supporter sepak bola dari wilayah tersebut, dapat memiliki klub yang membanggakan wilayahnya di ajang kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia.

Selasa, 10 Agustus 2010

Pasoepati Inginkan Keadilan untuk Persis

"Pak Kapolda, Pak Kapolda...
TANGKAP WASITNYA!!
kok kayaknya...
terima suap!"
Nyanyian tersebut menggema di stadion Jatidiri, Semarang setelah pertandingan Persis Solo melawan Persiku Kudus dalam lanjutan play-off degradasi Divisi Utama Liga Indonesia, Minggu 8 Agustus 2010. Pertandingan tersebut sebenarnya berakhir imbang 1-1, namun hasil ini tidak cukup membuat Persis Solo bertahan di divisi utama musim depan yang membutuhkan kemenangan. Persiku Kudus, berhasil bertahan di divisi utama liga Indonesia musim mendatang meskipun banyak yang menyangsikan pertandingan tersebut berjalan dengan fairplay.
Pasoepati, pendukung setia Persis Solo secara terang-terangan menyatakan bahwa keputusan-keputusan yang diambil oleh wasit dalam pertandingan tersebut sering merugikan Persis Solo. Pernyataan tersebut mereka ungkapkan melalui nyanyian yang dikumandangkan sesaat setelah pertandingan berakhir. Kapolda Jateng yang pada saat itu ikut memantau situasi keamanan pertandingan, diajak oleh Gondrong, dirigen Pasoepati, ke tribun selatan stadion Jatidiri di mana Pasoepati memberikan semangat kepada Laskar Sambernyawa. Saat itulah, Pasoepati mengungkapkan keluh-kesahnya melalui nyanyian.
Terlepas aksi simpatik ribuan Pasoepati yang hadir ke stadion Jatidiri Semarang tersebut, di harian umum Solopos sehari setelah pertandingan tersebut dilaporkan bahwa para pemain Persis Solo mengaku telah diiming-imingi sejumlah uang agar mengalah saja pada pertandingan itu, namun mereka menolaknya. Para pemain Persis Solo sudah benar-benar setia kepada Persis Solo dan tidak sudi untuk menerima tawaran tak terpuji itu. Pihak-pihak yang menghubungi para pemain Persis Solo ialah Pengda PSSI Jateng dan manajer tim Persiku Kudus. Namun setelah dikonfirmasi,mereka membantah hal tersebut.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Kita tunggu saja reaksi PSSI.
Untuk mengetahui perkembangan Persis Solo, silakan klik Pasopati [dot] net.

Kamis, 22 Juli 2010

Dukungan Untuk Persis Solo

Warga kota Solo atau Pasoepati pada khususnya, akhirnya bisa sedikit lega setelah mengetahui Persis Solo akan melakukan play-off Divisi Utama Liga Indonesia. Sebelumnya, nasib Persis Solo tidak jelas setelah menyelesaiakan kompetisi musim lalu di posisi paling bawah. Ketidakjelasan ini bisa dikatakan diakibatkan oleh aturan liga Indonesia yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh PSSI. Posisi paling bawah pada Divisi Utama Liga Indonesia masing-masing wilayah yang awalnya akan terkena degradasi, akhirnya direvisi dengan dilakukannya play-off bagi klub-klub penghuni terbawah klasemen. Masing-masing klub tersebuat ialah Persires Rengat, Persis Solo dan Persiku Kudus. Play-off sendiri direncanakan dilangsungkan sekitar tanggal 3, 5, atau 7 Agustus mendatang di stadion Jatidiri, Semarang. Memang hingga saat ini belum ada pengumuman secara resmi dari PSSI, namun seperti dikutip dari Pasoepati.net, pihak manajemen Persis Solo telah dihubungi oleh PSSI melalui Badan Liga Indonesia secara lisan, bahwasanya akan ada play-off bagi klub-klub yang telah disebutkan di atas. Pengumuman secara tertulis akan diumumkan kemudian.
Menanggapi pengumuman dari BLI tersebut, manajemen Persis Solo langsung menanggapi dengan baik. Beberapa pemain telah diundang manajemen untuk membahas pembentukan tim dalam menghadapi play-off. Pada pertemuan yang dilaksanakan pada 20 Juli kemarin, sebanyak 15 pemain menyatakan kesanggupannya berlaga di babak play-off.
Kesanggupan pemain-pemain Persis Solo untuk berlaga di pertandingan penentuan masuk atau tidaknya Persis Solo di Divisi Utama Liga Indonesia musim depan sangat diapresiasi oleh Pasoepati. Apresiasi tersebut ditunjukkan dengan dukungan moral maupun materi. Secara moral, Pasoepati berencana menyemangati para pemain dengan hadir di stadion Jatidiri, Semarang. Secara materi, bentuk dukungan dilakukan dengan penggalangan dana yang nantinya akan diberikan para pemain Persis Solo.
Penggalangan dana tersebut merupakan inisiatif redaksi Pasoepati.net. Apabila Anda ingin memberikan dukungan kepada Persis Solo, hubungi Atha (085647216724) atau Babhe Solomania (08562506250). Dukungan berupa donasi juga bisa secara langsung dikirimkan melalui:

BNI SLAMET RIYADI SOLO
No.Rekening 0188076236
Atas nama Artha Dewi Wulansih

Semangat, Persis Solo!